4 KESALAHAN PRIA SETELAH MENIKAH




4 kesalahan setelah menikah ini, membuat anda melupakan potensi anda sebagai pria kuat. membuat anda semakin lemah, bahkan tanpa sadar bisa membahayakan diri anda dan keluarga. Ini penjelasannya.

1. Anda berpikir, jadi buncit setelah menikah itu normal.

Ini bukan sekedar penampilan. Tapi lebih penting lagi, tentang kesehatan. Banyak orang bilang, perut buncit itu tanda kalau anda lebih makmur. Tanda kalau anda nyaman dengan pernikahan. Padahal secara fakta, perut buncit itu tanda kalau ada lemak berlebih di tubuh anda. Tanda kalau anda malas bergerak, sehingga banyak kalori yang menumpuk jadi lemak. Pertanda anda punya risiko lebih tinggi terkena diabetes dan sakit jantung.

Jadi, stop berpikir kalau perut buncit setelah menikah itu pertanda bagus. Coba kembalikan lagi tubuh anda sebagus dulu. Kalau bisa, lebih bagus lagi. Caranya? Olahraga dan jaga makan. 

2. Lupa dengan ambisi dan mimpinya

Setelah menikah, banyak yang berpikir kalau tugas utamanya sekarang adalah menghidupi keluarga. Memang benar , tapi jangan lupakan mimpi-mimpi dan ambisi pribadi anda. Jangan sampai keluarga anda, anda jadikan alasan untuk tidak mengejar mimpi dan ambisi. Yang benar, setelah menikah, justru anda bisa bertemu partner yang bisa membantu anda meraih mimpi.

Coba lihat pak B.J. Habibie. Karir, nama, tujuan, dan mimpi-mimpinya justru makin cemerlang setelah menikah. Jadi pastikan anda sharing tentang mimpi-mimpi anda ke pasangan. Jangan justru dilupakan. Tapi minta dukungan dan bantuannya untuk membuat anda bisa meraih mimpi.


3. Berusaha mengikuti "rumah tangga lain"

"Oh, kakak ipar sudah beli rumah di umur sekian, kita juga harus beli rumah". "Teman saya sudah punya anak, kita juga harus punya anak". Dan seterusnya. Intinya, anda selalu melihat orang lain untuk menentukan nasib rumah tangga anda. 

Bukannya berpikir dan membuat keputusan sendiri, anda justru terlalu banyak menyontek yang dilakukan rumah tangga lain. Padahal, mereka berbeda dari anda. Beda latarbelakang, beda kebutuhan, beda kemampuan finansial, beda ambisi, dll. Kalau masih melakukan ini, mulai sekarang fokus. Lihat dan identifikasi, apa yang benar-benar rumah tangga anda butuhkan. Apa yang benar-benar membuat rumah tangga anda bahagia. Ambil keputusan dan buatlah target berdasarkan hal ini.


4. Membiarkan rumah tangga anda dipimpin dengan orang lain

Kalau anda tidak jadi pengambil keputusan tertinggi dalam rumah tangga, berarti ada yang salah. Ingat, anda itu pemimpin dalam rumah tangga. Kalau anda membiarkan rumah tangga anda dipimpin orang lain, pasti akhirnya nggak akan bahagia. Itu karena mereka tidak mengerti diri anda, tidak mengerti apa yang sebenernya dibutuhkan dengan rumah tangga anda. Karena orang lain, pasti cuma melihat dari sudut pandang orang ketiga. Tidak menjalaninya langsung.

Ok, ini bukan berarti anda tidak boleh mendengarkan saran dari istri, mertua, orang tua, kakak ipar, or pihak-pihak lain. Anda justru harus mendengarkan pendapat dan pengalaman mereka. Tapi paastikan, keputusan terakhir tetap ada di tangan anda!. Tunjukan, kalau anda adalah pemimpin yang kuat!.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RASA INGIN PMO HILANG DENGAN MENGIKUTI CARA INI

LAKUKAN INI JIKA ANDA DALAM KETERLIBATAN

TIPS SIMPLE AGAR JADI LEBIH DISIPLIN